#LateStory: Final Semester in Campus

This one is from Feb until Dec 2016.

This final year was full of tears, swearing (ups 😉 ), happiness, stronger friendship, a lot of lessons to be more grateful and separation.

Tears. Its always full of tears when it comes to undergraduate thesis. All the fatigue from laboratory work or internship combined with failure in obtaining good data led to shed tears. Worst, the dream to graduate as soon as possible must be hindered by lecturer attitude toward the research: it must be perfect and all the data need to be as good as expected. These thing just prolonged the thesis processing time and induced what we called curse, swearing. I still remember my friend suddenly cried when  we were in public area. She’s talking trash about the research, the lecturer, the partner, and a lot of people passed by know it, wkwkwk.

During the hard time, since we all (one batch) shared the same feeling, the bond between us became stronger and hanging out with them was very precious. So, we suddenly liked to take photos as much as possible. Unintentional encounter led to happiness and the sharing time led us to be more grateful. We knew everyone has their own problem and sometimes its worst than my problem.

Finally, since every cloud has a silver lining, so does the thesis. I must say goodby to my “babies”, corn and noodles. Now, we are in the finish line and facing separation. “Sukses yaa! see you on top” is becoming more pronounced. Sounded like mainstream phrase, but in the deepest heart, we knew each other we’re sincere about it.

 

 

Advertisements

#LatePost: My Seventh Semester in Campus

This one is from Sep 10th, 2015.

The Praktikum Terpadu is over and here i am in my seventh semester at college. I challenged myself to be a part of production team to make a bread, to put it simple i was a labour. I started to work at 5 am and it ended at 5 pm. I was speechless. The working time was insane. No wonder labour’s demonstration is everywhere and happened every year. This thing makes me realize i owe a lot to my mom who used to be a garment labour. The seventh semester is going to fun and sad at the same time. In our 8th semester, me and my friends will be very busy with our final undergraduate thesis, we will separate :’) .

Anyway, fighting!

 

Note: late post due to forget my wordpress account, wkwkw

Drama di Awal Semester

Baru juga dua minggu kuliah, tapi masalah udah banyak. Mungkin karena gue yang sekarang ga sefleksibel dan seselow dulu kali ya. Gue yang sekarang suka membalas perbuatan orang. Dijahatin, bales. Dituduh, defend. Diledekin, diam. Di dua minggu ini, gue udah aja punya hubungan awkward sama dua orang. Yang satu nuduh gue di tempat umum ( which is ini sesuatu yang ga gue bisa gue maafin) dan yang satu lagi mulutnya bikin “gemes”. Manusia pertama, nuduh gue di tempat umum doong, atas sesuatu yang ga gue kerjain dan gue ga tau apa-apa. Langsung gue membela diri gue. Because of it, people might think i am irresponsible. Manusia kedua, dia ga berhenti-berhenti ngeledekin gue di saat gue lagi bete. And finally may bad mouth did its best. Akhlak gue lagi ada pada kondisi terendahnya. S

Semester 6

Di usia yang udah ga muda ini, gue masih aja semester 6, hehe. Saat yang lain udah pada lulus, here i am, still busy with course report, paper, a lot of tasks. Cerita-cerita dari kaka kelas, semester 6 itu sibuk dan praktikumnya menyeramkan, tapi setelah dijalanin, ga begitu. Ada dua praktikum “aja” semester ini. TPP dan anpang. TPP itu singkatannya rahasia, hehe.

Di pertemuan pertama praktikum, kontrak praktikum yang dikasih lumayan nyeremin. Setelah dijalanin, well it’s just a theory. Contohnya hari ini di salah satu praktikum , ada live report dari dosen pembimbing praktikum. Biasanya saat mahasiswa lagi praktikum gitu ya ditinggal dosen. Nanti dosen akan balik lagi di akhir praktikum lihat hasil praktikum kita. Dosen yang ini, Mrs H, tetap stay di kelas dan minta asprak untuk mengambil sound dan mic buat dia. Dengan bawa mic kemana-mana, dia jalan dari satu meja ke meja lain. Dia nanyain tiap kelompok pake mic . Jadi, sekelas bisa tau apa yang sedang terjadi di setiap kelompok. “Ya, dimulai dari kelompok satu. Kalian mengerjakan apa”. “Oke sedang mengerjakan X ya”. ” Bagaamana dengan pelarut dan contoh yang dipakai?”. Trus dia tanyain satu2 tiap kelompok. Setelah kelompok terakhir balik lagi dari kelompok awal. Seperti live report kompetisi memasak. Live report praktikum kaya gini, gue baru sekali ngalamin.

Di atas, gue tulis “aja”. Well, praktikum semester 6 ini emang sebenarnya ga dua aja. Setiap praktikum itu ada dua kali pertemuan dalam seminggu, jadi total empat kali praktikum dan empat laporan seminggu. Project-project setiap mata kuliah juga banyak. Buat karya tulis, presentasi, simulasi produksi, dan pengembangan produk baru. Pengennya semester ini juga kelar proposal. Untuk organisasi, gue memutuskan untuk stay di student excecutive board walaupun “feel” nya ga dapet sama yang tahun ini, tapi kalau gue ga ikut organisasi ga enak juga. So bertahan. Untuk organisasi awal yang gue ikutin, maunya aktif lagi walaupun rada terlambat, tapi ya bakal dicoba deh ikut kegiatan mingguan mereka. Ya kira-kira itu deh gambaran untuk semester 6 ini. Semangat!

Semester 5: Praktikum dan Daily Life

Halooo, waah udah lama banget ga isi ini blog, kalo ga buka buka email yang dulu-dulu dan liat ada pesan dari wordpress lupa kayanya.

Alhamdulillah sekarang semester 5. Still too late compare with my “friend”, tapi tetap harus semangat. Ayo sebentar lagi lulus.

Semester 5 ini penuh sama praktikum. Waktu isi krs sih cuma ada tiga praktikum, tapi ternyata beranak. Mikpang jadi 2 kali pertemuan dan ptp juga jadi 2 kali pertemuan. So total, 1 minggu ada 5 kali praktikum ditambah evaluasi sensori. So far, walaupun berat, praktikum semester 5 ini seru.

Pertama untuk praktikum ptp. PTP . Ini praktikum emang rada-rada teknik gitu, urusannya sama mesin-mesin. Di awal praktikum kita belajar boiler sama kompresor. Kalo yang belum tau kompresor, ini tuh mesin yang suka kamu lihat kalo lagi pompa ban. Ga pernah kepikiran mesin ini bakal ada di praktikum. Praktikum selanjutnya, praktik sama beras. Jadi, pakai mesin huller, dari gabah kita pisahin sekamnya dan menghasilkan beras pecah kulit yang warnanya coklat trus pakai polisher kita pisahin kulit ari (dedak) dan jadi beras warna putih yang suka kita konsumsi. Yang seru dari praktikum ini, efisiensi mesinnya payah, jadi di tempat penampung sekam suka ada beras yang kebawa dan di tempat penampung beras suka ada sekam yang kebawa. Alhasil, kita harus misahin  sekam  dan beras pecah kulit dan juga gabah yang masih utuh secara manual. Harus diakuin, ini capek banget biarpun dilakuin keroyokan. Pulang praktikum bener deh jadi ga pernah nyisain nasi lagi. Trus pernah juga praktikum menggiling beras jadi tepung beras. Pernah juga praktikum sortasi beras, jadi kita misahin beras kepala yaitu beras utuh sama beras patah atau menir. Dan lagi-lagi efiseinsi mesinya ga 100%. Alhasil, tetep misahin manual juga. Seriusan, ini lebih berat dari yang kemarin, karena yang dipisahin warnanya sama. Lagian juga selama masak nasi ga pernah tuh sampe merhatiin proporsi beras patah sama yang utuh. Pernah juga praktikum pake slicer, motong-motong ubi, pake chopper untuk menghaluskan tomat dan pake pedal finisher untuk dapetin sari buah. Hari ini juga ga kalah seru, kita belajar mixing dan homogenizing, kita buat adonan roti sama mayonnaise. Cara dan urutan mencapur bahannya dibuat berbeda. Ternyata adonan roti akan lebih kalis kalo pencampuran bahannya tepung dulu baru air bukan air dulu baru tepung. Dan untuk mayonnasie akan lebih bagus hasilnya kalo minyak ditambahkan perlahan-lahan tetapi kontinyu, selain itu hasil akhir tergantung juga sama kualitas telur dan minyak gorengnya.

Kedua untuk praktikum mikpang. Seriusan, praktikum ini melelahkan. Buat orang yang pake kacamata kaya saya, pake mikroskop itu bikin pusing. Nah, kemarin praktikum mikpang lumayan seru. Ceritanya, kita praktikum sanitasi ruang. Kita mau membuktikan kalo udara di kantin itu lebih kotor dari di toilet dan beberapa tempat lain. Kelompok saya kebagian ambil sampel di kantin. Ya ampun, kantin fakultas lagi rameeee banget. Jujur,  rada malu. Ke kantin pake jas lab, bawa-bawa cawan petri, botol alkohol, bunsen, pisau, tisu, lap, suntikan berisi agar, haha. Trus kita melakukan ritual aneh di kantin saat orang-orang makan. Kita ambil sampel di dua tempat, di lantainya dan di meja. Kita nyalain bunsen trus sterilisasi tangan pake alkohol, sterilisasi juga pisau pake alkohol, lap, dan lewatkan di atas api bunsen. Selanjutnya, tempelkan agar suntik ke lantai dan potong, masukkan ke cawan petri. Itulah yang kita lakuin di kantin. Absurd. Udah kaya tim inspeksi dari mana gitu.

Ketiga praktikum evaluasi sensori. Ini praktikum enak, icip-icip gitu. Kemarin icip-icip kecap, tapi karena kecap itu bukan pangan utama, jadi harus pake carrier dan carriernya adalah tahuuu! Bukannya fokus ke rasa kecap, semua lebih fokus ke rasa tahu pake kecap itu enak, hahaha.

Semua praktikum di atas juga punya laporan yang juga seru, banyak banget. Jujur aja, semester 5 ini saya kurang tidur karena laporan dan organisasi. Bener-bener kurang tidur. Di semester sebelumnya, weekdays bisa full dan kurang tidur dan bisa balas dendam di weekend, kalo di semester 5 ini udah ga. Ga tau mau kapan balas dendamnya . Mungkin nanti kalo udah semester 7 baru bisa balas dendam tidur banyak. Efek kurang tidur ini, saya suka super ngantuk pas di kelas. Yang kurang tidur juga bukan saya aja, teman-teman juga keliatan banyak yang kurang tidur, jadi banyak yang kena flu karena kelelahan.  Di semester 5 ini juga saya baru ngerasain maag parah. Saya ga bisa lepas dari obat maag dan efek samping konsumsi obat maag ini adalah diare. Karena diare ini mau ga mau juga jadi ketergantungan obat diare. Teman-teman juga banyak juga yang diare tapi bukan karena obat, lebih karena makan kurang teratur dan sembarang. Fiuuh, semoga kita semua kuat dan lancar ngejalanin semester 5 ini deh. Semangat ^^ .

Quote

work hard, pay off

Siapa pun maunya bersenang-senang, tetapi hidup itu tentang memilih. Work hard, pay off!

untuk mereka yang sedang lelah dengan apa yang dikerjakan

untuk mereka yang sedih karena berkorban banyak hal

untuk mereka yang harus mengurangi jatah tidur demi masa depan

keep fighting!